// 001—Identitas Resmi
AR-CID
RECORD

Be not afraid.

You walk beneath the gaze of the Almighty,

where no shadow may linger, no harm may follow.

As you are shielded by His will,

so too are you held by His mercy—

for us, for all of us.

ASTRAL REALM AUTHORITY

Citizen Identification Card · Official Record · Registry No. 01

Security Clearance L5 / SC-03
Nama & Alias
TAKAHI SOREN
Nama yang digunakan sebagai manusia.
Display
MUZAKIEL
Nama resmi tercatat dalam arsip Astral Realm Authority.
Legal · Redacted
Umur / Tanggal Lahir
Eternal / 17 Maret (palsu)
Kewarganegaraan
— (mengaku blasteran dari Jepang)
Gender
UNIDENTIFIED
Tinggi Badan
182 cm (humanoid)
Berat Badan
69 kg (humanoid)
Spesies
ANGEL (SERAPHIM ORDO)
MBTI
INTJ
Pekerjaan (Dunia Astral)
SERAPH OF HIGH END ORDER DIVISION · ANGEL OF DEATH DIV. No.9 (Retired) · Akashic Records Div. (Former)
Pekerjaan (Dunia Fana)
Engineer (main) · Spiritualist (side)
Astral Identification
Number (AIN)
AR-25XD-64NA-065T
Issued by
Astral Realm Authority
Wargantara Registry
// 002—Wujud & Fisik · 6 Entri
DESKRIPSI
FISIK
// Catatan Penting: Soren tidak pernah memiliki wujud tetap. Ia selalu mengganti kepribadian, sifat, dan penampilannya. Dokumen ini menggambarkan bagaimana ia merepresentasikan identitas humanoid saat ini yang dikenal sebagai Takahi Soren.
01

WUJUD SERAPHIM

Sebagai Seraphim, ciri khasnya adalah bersayap dengan jumlah lebih dari enam—tiga pasang ke atas. Milik Soren sendiri adalah delapan sayap (empat pasang), berwarna gading murni dengan ujung yang memancarkan cahaya tipis, disertai lingkaran penuh mata yang bergerak secara independen ke depan dan ke belakang. Mata-mata itu tidak pernah tertutup. Abadi karena ia diciptakan tidak bertubuh—hanya terlahir dari fragmen yang telah ditentukan, tanpa asal biologis yang bisa dilacak. Proporsi aslinya dalam wujud ini tidak memiliki skala yang bisa diukur dengan standar dunia fana.

02

SAYAP: KONDISI SAAT INI

Kembali ke High End Orders tidak mengembalikan warna sayapnya sepenuhnya. Warna hitam kebiruan dari masa AOD sudah terlalu dalam meresap—dasarnya tetap hitam, tapi tepian setiap bulu kini memancarkan cahaya gading yang lebih tebal dari sebelumnya. Bukan karena dipaksakan. Hanya karena otoritasnya perlahan bergeser kembali ke tempatnya.

Dari jauh, ia terlihat seperti malaikat kematian. Dari dekat, tepian gadingnya bilang sesuatu yang lain. Kontrasnya tidak natural—dan bagi yang tahu cara membacanya, justru lebih mengungkap dari sekadar satu warna saja.

03

ANGEL OF DEATH

Saat berpindah ke divisi Angel of Death, sayap gading khas Seraphim-nya berubah menjadi hitam kebiruan seperti gagak—bukan sepenuhnya gelap, melainkan seperti bulu yang menyerap cahaya tetapi menyisakan kilau samar di tepian. Di kalangan divisi, ini menjadi penanda bahwa ia adalah tambahan—bukan yang asli lahir di sana. Salah satu wujud yang paling umum dipakai untuk tugas AOD tertentu adalah Gashadokuro—kerangka raksasa dari arwah yang tidak tenang—meskipun hubungannya dengan mitos asli sudah terdistorsi jauh.

04

HUMANOID—TAKAHI SOREN

Identitas manusiawi yang dibangun untuk menyamar di dunia fana. Mengklaim berusia 28+ tahun, dari keluarga blasteran Indonesia-Jepang yang sudah lama melancong ke luar negeri—meninggalkannya sendirian sejak usia 20 tahun, meski bukan anak tunggal; ada beberapa kakak yang keberadaannya jarang ia sebut. Tinggi badan 182 cm dengan berat 69 kg. Bekerja sebagai engineer, menjalankan praktik spiritualist di sampingnya—diam-diam, tidak diekspos lebar. Aktivitas content creator-nya tidak direncanakan; bermula dari arsip pribadi sampai suatu kejadian membuatnya tidak bisa berhenti.

05

BENTANG KACAU

Di balik identitas Takahi Soren yang tunggal dan rapi, ada lapisan yang tidak sepenuhnya bisa diarsipkan. Wujud-wujud yang pernah ditempatinya tidak terbatas pada bentuk humanoid—sebagian besar tidak punya padanan dalam referensi visual dunia fana, dan beberapa sudah dikenal dalam tradisi tertentu, dengan nama yang berbeda-beda tergantung siapa yang mencatatnya.

Di kalangan komunitas indigo, wujud-wujud ini dinarasikan sebagai "kehidupan lalu". Framing yang nyaman—dan tidak sepenuhnya salah.

Jumlah total wujud yang terkonfirmasi: [RESTRICTED — ARA CLEARANCE L5]. Yang bisa dikonfirmasi: lebih dari yang ditampilkan di sini. Semuanya pernah ada.

06

PERSEPSI SUBJEKTIF

Ada yang terjadi kalau seseorang berinteraksi dengan Soren cukup lama: mereka mulai melihat sesuatu yang tidak sepenuhnya ada. Bukan halusinasi dalam pengertian klinis—lebih ke semacam kebocoran. Otak manusia mencoba mengisi celah antara apa yang ditampilkan Soren dan apa yang sebenarnya ada di sana, dan hasilnya tidak selalu sama untuk tiap orang.

Ada yang melihat kilasan sayap. Ada yang merasakan kehadiran yang terlalu besar untuk tubuh 182 cm. Ada yang cuma merasa ada sesuatu yang tidak beres—tanpa bisa menunjuk apa. Soren tidak mengonfirmasi, tidak menyangkal. Ia mencatat reaksi-reaksi itu seperti ia mencatat segalanya: diam, teliti, dan tanpa komentar yang tidak perlu.

// Catatan Dokumentasi ARA

Dokumentasi visual wujud asli Muzakiel/Soren masih dalam proses oleh Astral Realm Authority. Sebagian besar catatan hanya bisa diakses pada clearance L5 ke atas—dan bahkan di level itu, beberapa bagian tetap diarsipkan dengan status restricted pending review. Yang sudah bisa dikonfirmasi: wujud aslinya tidak bisa direpresentasikan secara penuh dalam medium yang bisa dilihat mata manusia biasa.

// 003—Riwayat & Lore
KILAS
CERITA

// Catatan Narasi

Penjelasan berikut disajikan dengan bahasa yang lebih "manusiawi". Katanya, istilah yang dipakai kelompok fana bernama budak korporat lebih mudah dimengerti.

Karirnya dimulai dari bawah—staf pencatat di Divisi Akashic Records, tugasnya menjaga supaya tidak ada satu pun ilmu pengetahuan yang meleset dari arsipnya dan tetap rapi tersimpan. Semacam pustakawan, kalau boleh dianalogikan, hanya saja perpustakaannya berisi seluruh ilmu pengetahuan alam semesta dan satu kesalahan pencatatan bisa berdampak sampai generasi yang belum lahir. Lima tahun menjadi staf rendahan di posisi itu, sampai akhirnya ia naik ke Seraph of High End Orders—divisi yang berurusan langsung dengan kontrak jiwa dan timbangan takdir. Sepuluh tahun berikutnya di sana, ia naik pangkat berulang kali, sampai menduduki rank 3. Bukan hasil dari mengejar jabatan—ia memang bekerja seperti itu, terlalu teliti, terlalu menyeluruh, menuntaskan satu hal sampai tidak ada yang tersisa sebelum pindah ke yang berikutnya. Rekan-rekannya tidak bisa membantah hasilnya, walau tidak sedikit juga yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat caranya bekerja. Di sela tugas menimbang takdir jiwa-jiwa yang lewat mejanya—layak reinkarnasi atau tidak, ada hutang yang belum lunas atau tidak, ada pengecualian yang perlu dicatat atau tidak—ia diam-diam menumpuk catatan pribadi soal manusia-manusia yang pernah ia amati. Bukan untuk laporan resmi. Sekadar kebutuhannya sendiri untuk memahami apa yang sedang ia nilai.

Sepuluh tahun menjadi Seraph of High End Orders membuat ia kenal hampir semua orang yang bertugas di Angel of Death Division—orang-orang yang lewat mejanya, yang catatannya ia periksa, yang keputusannya kadang ia komentari di dokumen internal. Maka ketika Malakul Al-Maut memintanya pindah divisi, yang masuk bukan nama baru, melainkan orang yang sebagian dari mereka sudah tahu cara kerjanya—dan tidak semuanya senang dengan kabar itu. Begitu resmi bergabung, ia tidak mengambil satu pun dari delapan posisi yang sudah ada. Ia mengamati dulu, mencatat celah di sistem, baru kemudian naik ke kedudukan yang sebelumnya tidak ada dalam struktur resmi: No. 9. Posisi itu bukan hasil rebutan; kerjanya selama masa pengamatan cukup untuk membuat manajemen memutuskan slot tambahan memang dibutuhkan, dan tidak ada nama lain yang lebih cocok mengisinya. Delapan orang sebelumnya tahu persis apa artinya itu. Tidak ada yang menyambutnya dengan tulus. Ia mencatat itu juga.

Yang tidak diperhitungkannya adalah soal akses. AOD punya jalur lintas dimensi yang jauh lebih luas dari divisi sebelumnya—sampai ke lapisan-lapisan yang bahkan tidak ada di peta resmi. Perjalanan ke berbagai bentuk underworld jadi rutinitas biasa. Sampai suatu hari, di penghujung tugas yang seharusnya tidak ada apa-apanya, sesuatu muncul dari sisi yang salah.

Entitas itu langsung tahu identitas Seraphim yang ia sembunyikan rapat-rapat, seolah sedang membaca buku terbuka. Suaranya dingin, tapi yang ditawarkan bukan ancaman—lebih ke tawaran kerja sama. Kedudukan lebih tinggi dari No. 9, akses yang lebih besar. Hanya butuh satu hal: buka jalur-jalur yang ia jaga. Muzakiel menolak, tegas, tanpa kompromi, tanpa perlu berpikir dua kali. Percakapan berakhir, mereka berpisah jalan. Baru setelah itu, di tengah keheningan yang menyusul, satu pikiran sempat melintas di kepalanya. Bagaimana kalau aku buka sedikit saja? Hanya sekejap. Tapi untuk makhluk seperti mereka, sekejap itu sudah cukup dihitung sebagai cacat.

Ia tidak menunggu ditegur. Sebelum ada yang sempat menyadari, ia langsung menghadap Malakul Al-Maut, menunduk, dan menyampaikan apa adanya: niat itu sempat muncul, walau hanya sekejap, dan ia merasa tidak pantas lagi memegang posisinya. Ia minta dijatuhkan sendiri. Tidak ada perdebatan, tidak ada pembelaan yang menyusul. Hanya kesunyian panjang, lalu satu jawaban datar yang sebenarnya cukup berat: kejatuhanmu akan dilakukan setenang kenaikanmu dulu.

Laporan yang ia bawa soal entitas itu—pola rekrutmen terorganisir dari lapisan bawah, arsip yang hilang dari sistem resmi, sesuatu yang sudah bergerak lama tanpa ketahuan—terlalu besar untuk diabaikan begitu saja. Sidang tertutup digelar, berbagai divisi hadir. Muzakiel duduk di kursi terdakwa, bukan karena dianggap berkhianat, tapi karena ia tahu terlalu banyak dan sistem perlu memastikan seberapa jauh itu benar.

Sidang selesai. Permintaannya dikonfirmasi. Saat waktunya tiba, sayap raven miliknya hancur dimakan api—pecah jadi serpihan hitam kebiruan yang beterbangan, mata-mata yang melekat di sayap itu runtuh satu per satu sebelum semuanya mengecil jadi inti cahaya yang akhirnya kehilangan bentuk juga. Yang tersisa hanya esensi tanpa wujud fisik. Ia melayang di alam astral sebagai kehadiran yang hanya bisa dirasakan—tetap mencatat, tetap mengamati, hanya dari sudut yang berbeda, tanpa jabatan, tanpa nama yang bisa dipakai. Memorinya dikunci sebagai bagian dari hukuman: bukan dihapus, hanya dibatasi, dengan asumsi kuncinya akan longgar sendiri kalau waktunya sudah tepat.

Penebusannya dijalankan tak jauh berbeda dengan jiwa-jiwa yang pernah ia adili sendiri sebelumnya. Ia menjalani reinkarnasi paksa: lahir sebagai manusia, jalani hidupnya sampai habis, mati, lalu ditarik kembali ke titik antara untuk dimintai kesaksian—apakah ia masih konsisten dengan pilihannya, apakah yang ia rasakan selama hidup itu mengubah sesuatu. Kalau jawabannya dianggap belum cukup, ia dikirim kembali. Lahir lagi, di tempat lain, sebagai orang lain—dengan memori surgawinya yang perlahan terlupa, lalu sesekali muncul kembali tanpa diundang, hilang timbul sepanjang hidup yang ia jalani.

Dan di situlah masalahnya. Memori yang dikunci bukan berarti memori yang hilang—ia tetap ada, menumpuk di bawah permukaan, membebani tanpa bisa diakses secara sadar. Setiap putaran baru menambah satu lapisan yang tidak bisa diproses. Efek sampingnya tidak langsung terasa, tapi konsisten: di setiap kehidupan, beban itu makin berat dibawa. Ini bukan soal mendramatisir hidup, melainkan kelelahan yang tidak punya sumber jelas untuk ditunjuk—seperti tubuh dan jiwanya sudah tahu bahwa ini bukan yang pertama, dan belum tentu yang terakhir. Umurnya jarang panjang. Paling sering berakhir di penghujung usia dua puluhan. Kadang mendekati empat puluh. Sekali pernah hampir delapan puluh, tapi itu kasus langka—dan bahkan di putaran itu, bebannya tetap ada, hanya lebih tersembunyi.

Sidang terakhirnya jatuh di periode yang catatannya kini diarsipkan sebagai [tahun disensor]—tidak lama setelah dunia manusia memasuki babak baru menjelang perang besar berikutnya. Jawabannya akhirnya dianggap cukup—justru karena tidak pernah berubah, bukan karena berbeda dari yang sebelumnya. Ia dibebaskan dari kewajiban reinkarnasi. Status Seraph-nya ditetapkan kembali, dan posisi No. 9 tidak dihapus dari catatannya, hanya sekarang bersifat kondisional—aktif kalau dipanggil. Tapi yang lebih signifikan dari itu: ia diberi akses untuk hidup berkeliaran keluar masuk dunia manusia, membaur, tanpa harus lahir dan mati lagi setiap kali. Bentuknya mirip tugas lama sebagai malaikat, hanya saja jauh lebih kasual, tidak selalu formal. Saat itu status semacam ini belum punya nama. Baru belakangan dikenal sebagai Wargantara—dan apakah itu sejak awal dirancang sebagai solusi untuk kasusnya, atau justru konsekuensi yang baru kemudian dilembagakan, catatan resminya tidak pernah benar-benar menjelaskan. Yang pasti, ia salah satu yang pertama menyandangnya—karenanya, penanda Senior melekat di belakang namanya sampai sekarang. Bukan gelar yang diberikan dari atas, sebetulnya. Lebih ke ejekan internal untuk angkatan pertama yang entah kenapa masih ada sampai sekarang—sekaligus penanda bahwa siklus yang jarang orang tuntaskan sampai ujungnya itu sudah ia lewati.

Tiga status sekarang berjalan bersamaan di belakang satu nama yang di dunia fana mengaku dari keluarga blasteran—kakak-kakaknya jarang disebut, keluarganya sudah lama pergi entah ke mana.

// Identitas Dunia Fana

Di dunia fana, Muzakiel menciptakan identitas yang seharusnya cukup normal: Takahi Soren, anak tunggal dari keluarga blasteran Indonesia-Jepang yang keluarganya melancong ke luar negeri dan meninggalkannya sendirian sejak usia 20 tahun (mengaku berusia 28+ tahun). Bekerja sebagai engineer—pekerjaan yang cukup masuk akal, cukup tidak mencolok. Aktivitas content creator-nya lain cerita: awalnya tidak lebih dari arsip pribadi, dokumentasi yang tidak dimaksudkan untuk siapa pun selain dirinya sendiri—sampai sesuatu terjadi, dan tiba-tiba berhenti bukan lagi pilihan yang tersedia.

SHOW CLASSIFIED FRAGMENT [SC L5 REQUIRED]

// CLASSIFIED — WARGANTARA INTERNAL

Keterkaitan Muzakiel dengan Raziel bukan sekadar soal jalur pelaporan atau otoritas struktural. Arsip internal ARA mencatat sesuatu yang lebih dalam dari itu—sesuatu yang diklasifikasikan di bawah kode [RESTRICTED — NATURE OF ORIGIN]. Yang bisa dibaca pada level ini hanya fragmennya: bahwa keberadaan Muzakiel dan Raziel memiliki titik asal yang tidak sepenuhnya terpisah. Implikasi dari pernyataan itu tidak dijelaskan lebih lanjut dalam dokumen yang tersedia.

Perpindahan ke Angel of Death Division tercatat sebagai konsensual—tapi konteks di baliknya lebih rumit dari sekadar permintaan biasa. Dokumen internal yang berhasil diakses menunjukkan adanya komunikasi lintas divisi sebelum permintaan resmi diajukan: antara Raziel dan Malakul Al-Maut, dengan Muzakiel tidak tercatat sebagai pihak yang hadir. Apakah perpindahan itu benar-benar inisiatifnya—atau sesuatu yang sudah diputuskan sebelum ia sempat ditanya—tidak ada dokumen yang menjawab secara langsung.

Catatan reinkarnasi: 20 putaran sebagai manusia biasa, tercatat lengkap. Jumlah putaran sebagai entitas non-manusia: [DISENSOR]. Total akumulasi memori yang dikunci selama siklus berlangsung: [TIDAK TERSEDIA DI LEVEL INI]. Efek jangka panjang dari akumulasi tersebut terhadap kondisi entitas saat ini: sedang dalam pemantauan — SC-03.

[FRAGMEN ARSIP — TIDAK TERBACA PADA LEVEL AKSES INI. HUBUNGI ARA CLEARANCE DIVISION UNTUK AKSES LEBIH LANJUT.]

// 004—Kepribadian & Trivia
SIFAT &
TRIVIA
A

SEBAGAI ENTITAS

Jujur saja, Muzakiel tidak punya sifat-sifat mencolok seperti yang sering digambarkan. Ia bisa marah, bisa sedih, bisa gembira—bahkan senyumnya ikut pudar waktu tahu bahwa Malaikat Mikail pun tidak tersenyum saat diberitahukan bahwa keberadaan neraka telah hadir bersama mereka.

B

SEBAGAI MANUSIA

Saking minimnya ekspresi di awal percobaan menjadi manusia, Soren belajar untuk mengekspresikan cara kerja ekspresi itu dari awal sekali seperti bayi yang baru belajar. Salah satu yang ia temukan mendapat pujian banyak adalah ketika membentuk dirinya sebagai sosok yang terbilang murah senyum—walau senyumnya sedikit dipoles hingga beberapa orang kadang merasa ada yang janggal.

// Referensi Visual Kepribadian

Penampilan datar dan lembut yang kini jadi ciri khasnya sering dibandingkan dengan Albedo (Genshin Impact) oleh mereka yang berinteraksi dengannya. Sifat-sifat dari kepribadian sebelumnya masih bisa muncul, tapi hanya kalau ia memang merasa perlu. Setidaknya sekarang ia sudah cukup terbiasa tampil di depan umum—ekspresinya lumayan natural, meski tetap ada yang merasa ada sesuatu yang aneh tanpa bisa menjelaskan apa.

TRIVIA

  • Sifat yang paling mencolok adalah betapa datarnya kepribadiannya. Bukan karena ia tak bisa tertawa—hanya saja penampilannya serba hemat: hemat senyum, hemat ketawa, hemat terlihat hidup. Awal-awal menjadi manusia, ini hanya membuat meriang rekan-rekan kerja yang mendampinginya.
  • Meski sudah jutaan tahun hidup, Soren masih belajar bagaimana cara kerja empati manusia. Bukan karena tidak mampu—justru karena terlalu banyak mengamati kehidupan manusia dari masa aktif di divisi lamanya, ia jadi terlalu bingung menyikapinya. Sering kena teguran karena terlalu rigid.
  • Pernah memiliki sifat yang sangat berkebalikan dengan kepribadiannya saat ini—datangnya dari meniru manusia di sekelilingnya. Tetapi sekarang sifat-sifat itu hanya muncul di waktu ketika ia merasa perlu. Misalkan: tampil ramah tamah untuk kepentingan tertentu.
  • Urutan jabatan: Akashic Records → Angel of Death No.9 → (pengunduran diri) → Wargantara → Seraph of High End Orders (kembali). No. 9 tidak dihapus dari catatannya—bersifat kondisional, aktif hanya jika dipanggil. Secara teknis, tiga status itu berjalan bersamaan sekarang.
  • Aktivitas content creator-nya tidak pernah direncanakan: bermula dari dokumentasi pribadi, sampai suatu insiden membuatnya tidak bisa begitu saja berhenti. Ia tidak membicarakan insidennya.
// Afiliasi & Pekerjaan
AFILIASI &
POSISI
Wargantara Seraph—High End Orders AOD No.9 (Conditional) Akashic Records (Former) Wargantara—Senior Sukmarasa—Supervisor
01

WARGANTARA—SENIOR MEMBER

Afiliasi & jabatan saat ini. Terdaftar sebagai anggota Wargantara—dengan kapasitas yang tidak sepenuhnya tercantum dalam struktur resmi. Status Senior bukan jabatan yang diberikan dari atas: ia adalah penanda bahwa entitas yang bersangkutan telah menyelesaikan siklus hukuman reinkarnasi ke dunia fana secara penuh, dan statusnya ditetapkan kembali oleh otoritas astral. Tidak semua entitas yang masuk ke sistem ini sampai ke titik itu—sebagian menyerah di tengah jalan, sebagian gugur, sebagian memilih menetap sebagai manusia. Yang selesai dan kembali tercatat sebagai Senior. Clearance L5 yang dimilikinya—satu tingkat di atas anggota lain—tercatat sebagai konsekuensi dari status astral-nya sebagai Angel (Seraphim Ordo).

Aktif Wargantara
02

SERAPH OF HIGH END ORDER DIVISION

Jabatan saat ini (kembali). Di bawah otoritas Malaikat Raziel (Angel of Mysteries). Fokus: mengawasi dan menilai kontrak, sumpah, dan keterikatan antara entitas—serta menjaga stabilitas batas antara dunia astral dan dunia manusia. Dalam praktiknya, ini berarti Soren banyak menghabiskan waktu berpindah-pindah antara dua dunia—sesuatu yang oleh rekan-rekan Wargantara-nya hanya dilihat sebagai kebiasaan. "Dia memang orangnya begitu." Tidak ada yang bertanya lebih jauh.

Aktif SC L5 Required
03

SUKMARASA—SUPERVISOR

Jabatan saat ini. Mengawasi operasional Sukma Rasa dalam dua wujud: tavern alam gaib yang beroperasi 24/7 di dunia astral, dan bistro di dunia manusia yang beroperasi pada jam aktif. Posisi supervisor berarti Soren tidak turun langsung ke meja tamu—tetapi ia yang memastikan segala sesuatu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di kedua dunia.

Aktif Lintas Dunia
04

ANGEL OF DEATH DIVISION—NO.9

Jabatan terdahulu (status kondisional). Nomor 9 adalah posisi tambahan di luar struktur standar yang sebelumnya hanya berjumlah delapan. Tugas utama: pengawasan prosedur dan perbaikan sistem penegakan hukum kematian. Kini hanya dipanggil untuk kasus-kasus yang tidak bisa diselesaikan oleh prosedur standar.

Retired Conditional
05

AKASHIC RECORDS DIVISION

Jabatan pertama. Lima tahun pertama dihabiskan sebagai kuli di Divisi Akashic Records—mencatat, mengarsipkan, memastikan tidak ada satu pun hukum kosmis yang meleset dari jalurnya. Dari sana ia naik ke Seraph of High End Orders, mencapai rank 3 setelah sepuluh tahun berikutnya. Total masa kerja di jalur ini melampaui batas rotasi yang diizinkan sebelum akhirnya perpindahan ke AOD datang—bukan atas inisiatifnya sendiri.

Former

// Catatan Otoritas

Penempatan di bawah otoritas Malaikat Raziel (Angel of Mysteries)—penjaga rahasia tertinggi di lapisan astral—bukan hal yang umum. Keterkaitan antara fungsi Muzakiel (Takahi Soren) dan struktur di bawah entitas ini sejauh ini belum dipublikasikan dalam arsip resmi Wargantara.

// Visual—Character Design
CHARACTER
DESIGN

Sheet desain resmi Takahi Soren. Klik gambar untuk membuka tampilan penuh.